Selasa, 01 Oktober 2013

"USIA"

Add caption
Menit atau detik ke depan
Adalah misteri Tuhan
Akan ukuran usia
Kematian adalah sebuah kepastian
Bersembunyi bukan lah jalan
Karna mati tidak dapat dihentikan
Lalu telah siapkah
Menjumpai ajal ?
Biar hati yang menjawab
Tercipta ke dunia
Dengan kesucian
Dan seiring bergantinya masa
Kotoran mulai menerpa
Karna dosa dan khilaf
Tuhan yang Maha Esa
Maha Penerima taubat
Bukan berarti salah
Harus diperbuat
Meski tersadar atau tidak
Manusia tempatnya kesalahan
Semoga Tuhan yang Maha Esa
Mengampuni segala kesalahan
Dan diberi bimbingan
Akan sebuah langkah
Dalam perjalanan

Di ilusi dunia yang menggoda

"Malam menyapa"

Add caption
Sebentuk bintang tertawa
Karna malam menyapa
Bukankah bintangpun ada
Karna ada malam ?
Pelangi pun datang
Setelah hujan melintas
Bukankah setelah hujan
Langit menjadi cerah
Dan pelangi terkadang datang ?
Bukankah setiap cerita
Mempunyai episodenya ?
Masih banyak tanya
Yang kuharapkan jawabannya
kapan ku dapatkan ?
Sungguh membutuhkan masa
Bertahan dari keperihan
Kegelisahan yang tak terbatas
Berharap cepat

Berganti dengan kedamaian


"Harap"

Dimankah mimpi berujung ?
Ingin ku hancurkan tembok kemalasan
Bergerak karna harapan
Adakah jalan yang lebih mudah ?
padahal orang mengetahuinya
Kerja keras adalah kuncinya
Ku berlari sekuat tenaga
Namun tersadar
Ku masih di alam hayalan
Kapan berakhir buaian ?
Bukankah sebuah cerita
mempunyai episodenya
Bukankah sebuah cerita
Ada akhirya
kepada siapa ku harus meminta ?
Ku rindakan masa
Yang indah saat dekat
Dan pelukan yang terasa hangat
Hujan turunlah
Basuhlah kehampaan yang ada
Ku tak ingin termakan masa

"Hujan"

Add caption
Merindukan hujan
Yang membasuh ladang
Ketandusan berubah
Berganti kenyaman
Akhir dari cerita
Senyumanlah yang diharapkan
Semoga cepat menyapa
Hujan yang dirindukan
Karna mungkin masanya
Berada di depan mata
Entah dimana ku berada
Entah harus kemana
Saat malam membekap
Semoga sang fajar
Cepat datang menyapa
Tanpa harur menghapus awan-awan
Tak ingin tamparan
Menjadi akhir cara
Namun cukup kelembutan
Yang memeluk akal sehat
Mampu melenyapkan

Kegelisahan yang menyandra

"untuk Indonesia"

Add caption
Janji untuk Indonesia
Membangun negara
Menghargai para pahlawan
Tidak akan menyerah
Meski Berdarah
Garuda tetap menebus angkasa
Merah putih slalu berkibar
Dunia melihat
Kejayaan Indonesia
Mimpi anak bangsa
Harus menjadi fakta
Satu langkah
Menjadi berjuta langkah
Meski berbeda
Beragam keadaan
Tetap bersama
Satu bahasa
Satu jiwa raga
Satu rasa
Saling menggenggam tangan
Dalam satu HARAPAN

Untuk INDONESIA

seniman itu...

seniman itu...
Seniman itu selalu berkarya
Tanpa mengenal masa dan ruang
Tanpa mengenal lelah
Walau telah berkeringat darah
Meski mulut yang tajam terus menerpa
Meski pedih dan perih harus ditelan
duhai ibu dan ayah
kalianlah seniman yang kubanggakan
kalianlah seniman yang aku cinta
Entah kata apa yang indah
Yang semestinya ku ungkapkan
Bait yang ku ciptakan
Tak seindah nasihat yang kau ciptakan
Tak setulus yang kau berikan
Sungguh melekat kasih sayang
Takkan pernah ku melupakannya
Maafkanlah
terlalu banyak ku buat kalian kecewa
sungguh bila waktu dapat terulang
Seluruh jiwa raga
Takkan pernah aku sia-siakan
FORGIVE ME PLEASE IBU AYAH (:

"KADANG MELINTAS (toRMBC)"


kadang melintas
sungguh aku tak pantas
tapi tubuh ini coba kuat
memberi apa yang ada
bahagia itu datang
saat kalian ada
saat pena pena kalian
merangkai impian
saat senyum itu menyapa
banyak . .
ku sadar . .
aku bukanlah seorang raja
bukan seorang anak konglomerat
tapi jiwa . .
mencoba mendampingi kalian
mendaki impian impian
pada jalur yang ditentukan
dan sadar . .
setiap jalan
pasti ada rintangan
berusaha dan berdoa
saat berjalan
besyukur atas apa yang ada
ikhlas dan sabar

bila jawabannya berbeda

"DETIK"

Detik itu semakin dekat
Detak itu semakin ketat
Jendela jendela waktu dibuka
terpacu oleh harapan
dipecut oleh hadiah
kobar semangat membara
Tuhan Ijinkanlah . . .
Doa itu pun terucap
Sadarlah wahai jiwa
Kita hidup di dunia
Bukan alam maya
Biarlah yang kelam
Menjadi pengajaran
Jadikanlah yang indah
Menjadi dorongan
Setiap manusia sama
Mempunyai masanya
Bangkitlah !!!
Permata telah ada
Bintang telah ada
Bahkan sang surya
" kemarilah !!!
Lihatlah dan genggam !!! "
Mereka berteriak
Tak sadarkah kau jiwa !!!
Kau itu seorang juara
Kau kalahkan berjuta-juta sperma
Dan kau pun singgah
Ditempat yang ada
Kau pun merasakan
Kau ditenggelamkan
Dalam kasih sayang
Dan kau pun membuka mata
Dikelilingi Kasih sayang
Sadarlah wahai jiwa !!!
CintaNya melebihi alam semesta
Dia maha kuasa
Apa pun yang kau anggap tak bisa
Dia maha kuasa
Jadilah !!!
Maka terjadilah
Lihatlah wahai mata
Dengarlah wahai Telinga
Rasakan dengan jiwa
Yakin dan percayalah !!!
Raga kan terus bergerak
Hingga pelukan tanah
Akan terasa hangat
Bersama nafas
Yang menghilang "
Add caption

"Tanah akan memeluk"

Tanah akan memelukmu dalam kesendirian
Hanya berteman dengan apa yang telah dilakukan
Entah apa yang ada di samping raga
jiwa mungkin akan bertanya
Dimana ?
Entah terang atau gelap
Entah suka atau tidak
semua akan dipersiapkan di dunia
Raga akan bertanggung jawab
Akan besaksi tanpa dusta
Setiap catatan terbuka
Setiap rahasia terbongkar
Wahai jiwa sadarlah
Raga ini titipan sang pencipta
Jangan biarkan amarah
Membakar semuanya
sampai tak tersisa
wahai Jiwa sadarlah
Begitu hinanya kita
dihadapan sang pencipta
Begitu banyak nikmat
Yang tak mungkin mampu dibalas
Yang tak mungkin di hitung matematika
Tapi kita tak pandai tuk hanya berucap
" Terimakasih Tuhan "
Kita hanya tertawa berbahak-bahak
Bagai kacang yang lupa kulitnya
Semoga Tuhan
Menyadarkan kita
Tanpa harus dengan sebuah tamparan
Wahai Tuhan yang maha esa
Yang mengampuni stiap dosa
Dengan izin dan kekuasanMu lah
Aku mampu bernapas
Hapuslag dosa yang telah mengotori jiwa
Bimbinglah jiwa pada arah kebaikan
Dijalan yang Engkau tentukan
Indah di ujungnya

"JIKA"

Add caption
Jika masa
tak berpihak pada kita

maka ketabahan
adalah pintunya
karna jalan kita
masih panjang
 

tersadar atau tidak
tulisan tangan Tuhan
adalah kisah indah
bagi kita
 

tersadar atau tidak
jalan yang terjal
adalah kasih sayang
yang Tuhan berikan
mungkin itu adalah hadiah
yang mengingatkan kita
pada rumah keabadian
 

maaf bila kata yang menyapa
pernah membuat lubang
di dalam dada
ku hanya penyuka bait kata
bukan tuk melemahkan
kehidupan yang ada
atau mendramtisir keadaan

tapi inilah adanya

Bintang kartika...

 
Add caption

"Dimana bintang kartika ?"
" Tepat diatas kepala, tuan"
"Darimana puan mengetahuinya ?"
"Karna disana ada cita-cita"
"cita-cita ?"
"ya, bukankah cita-cita tuan ada disana?"
"Maksud puan?"
"Begitulah tingginya cita-cita tuan"
"Tapi Kaki ku takkan sampai kesana puan"
"Baguslah, itu tandanya tuan mengingat Tuhan"
"Maksudnya"
"ya, tuan sadar, tuan lemah adanya, sedangkan Tuhan itu Maha Kuat, tuan itu kecil adanya, sedangkan Tuhan itu Maha Besar"
"Ya benar, terus apa yang harus dilakukan untuk sampai ke bintang kartika ?"
"Lakukan sekarang!!!, bukankah kini tuan telah mengetahui letaknya, bukankah kini telah terlihat"