Sabtu, 12 April 2014

Assalamualaikum zahrana

Sebelum fajar bangun
Sebelum adzan berkumandang
Terdengar merdu lantunan firman Tuhan
Siapakah dia ?
Berada didalam rumah yang bersinar
Oh ternyata anak remaja
Seorang perempuan muda
Sedang asyik membaca Al-Quran
Namanya zahrana
Ia lahir dari keluarga yang sederhana
Yang tidak berlebihan dalam kehidupan
Oh kasian
Tapi hebat, ia masih bisa tersenyum
Meski hidupnya tak semewah teman-temannya
Ya sekarang sudah pukul tujuh tiga puluh
Setelah mendirikan subuh
Tepat di awal waktu
Setelah membantu ibu
Mempersiapkan segala untuk mencari ilmu
Sudahlah waktu untuk melangkah
Keluar dari rumah yang sederhana
Namun penuh dengan keberkahan
"Assalamualaikum zahrana"
Sapa temannya
"Walaikumsalam..."
Sambil tersenyum zahrana membalasnya
Perjalanan pun dimulai dari sekarang
Bismillah
Tak lupa zahrana mengucapkannya di setiap per-awalannya.

Zahrana (1)

Biarlah rindu terus banyak bertanya "kapan?"
Cukup jawab "bersabar"
Cinta bukan soal cepat atau lambat
Bukan soal memiliki atau melepas
Tapi sadarkah "siapa pemilik cinta ?"
"Apakah aku ? Atau engkau ?"
"Yang pasti bukan dia"
"Lalu siapa ?"
"Siapa ?"
"Coba tanya siapakah yang membuatmu bisa melihat ?"
"Yang membuat jantungmu berdetak"
Alloh Yang Maha Pencipta
Intinya dari pembicaraan
Cinta itu soal surga dan neraka
Kau bisa saja memiliki si cinta
Dengan cepat atau lambat
Pasti bakalan dipertemukan
Pasti akan di beri pilihan
Bersama berarti saling menggenggam
Atau berpisah untuk melepas
Tapi apakah kau hanya hidup dunia saja ?
Semua akan berkata "tidak !!!"
Karena kita akan menuju alam akhirat
Cinta pun sama
Memanglah betul cinta perlu diperjuangkan
Tapi adakah kesadaran ?
Diperjuangkan ke arah mana ?
Untuk apa ?
Dan UNTUK SIAPA ?
Coba tanya pada apa yang ada di dalam dada
Dan yang telah menyediakannya.

Zahrana

Duhai hawa
Jadilah zahrana di kisah nyata
Cinta suci adanya
Mempasrahkannya hanya pada-Nya
Biarkan sejuta celaan menghujat
Tapi kau tetap tegar
Bagai karang di lautan
Karna kau ada dalam kesadaran
Cinta adalah jalan ibadah
Hanyalah karna Alloh saja
Cukuplah Dia
Hanya Dia
Dari Dia
Untuk Dia
Karena kehidupan
Adalah milik Dia
Biarkan Dia yang menuntun si cinta
Engkau hanya berdoa dan berusaha
Memantaskan diri dihadapan-Nya
Pada waktunya
Cepat atau lambat
Pendamping yang tepat
Datang atas nama-Nya
Berjalan bersama
Dalam kesucian cinta
Dari dunia fana
Menuju rumah yang kekal
Disana . . .
Surga yang selalu diimpikan

Jumat, 27 Desember 2013

untukmu ibu . . .

İbu . . .
sepagi ini rindu memanggilmu
miliyaran fotret tergambar dimataku
maafkanlah diriku . . .
masa kecilku . . .
dahulu . . .
suci wajahmu
tak sepantasnya kata "ah" keluar dari bibirku
Maafkanlah anakmu ini ibu . . .
Tak sepantasnya ku tanyakan cintamu
9 bulan aku dirahimmu
Dari luar engkau usap daku
Doa-doa merasuk ditubuhku
kasihmu begitu tulus padaku
Terima kasih ibu

Ibu.

Ibu
Kasihmu
Lembut tanganmu
Hangatnya dekapmu
Senyum manismu
Memberiku ketenangan saat aku di dekatmu
Semoga Tuhan selalu membuatmu tersenyum
Maafkan jika aku pernah mengecewakanmu

Ibu . . .


Add caption
Ibu, ibu, ibu
Doamu ada di setiap nafasku
Hangat kurasa tutur katamu
begitu bening kasih sayangmu

9 bulan ku dirahimmu
Engkau menjagaku
Tak peduli lelah yang menghampirimu
Tak peduli panas yang menyengatmu

Tak mungkin bisa aku membalasmu
Kini Doa lah yang selalu ku hirup
hanya untukmu

hanyalah untuk kebahagiaanmu

Rabu, 25 Desember 2013

Untukmu

Tak banyak kata yang berjumpa 
Tapi cinta tetap tersimpan
Rapi di dalam dada

Dan terjaga aman dengan doa

Meski kadang cemburu menggertak
Pun rindu yang tak pernah diam
Mungkinkah ini anugrah Tuhan ?
Semoga tidak ku buat jadi musibah

Ya Alloh jika kata tak pernah keluar
Ijinkanlah kusampaikan doa
Ijinkan berita yang diterimanya adalah bahagia
Sampaikan sejuta maaf padanya.